Adab Berwudhu Menurut Ajaran Islam

Setelah kita selesai melakukan istinja jangan meninggalkan siwak, sebab siwak atau menggosok gigi membersihkan mulut, menjadikan Alloh ridho dan syetan membencinya. Shalat dengan siwak lebih utama daripada tujuh puluh sholat tanpa siwak.
Diriwayatkan dari Abu Hurairoh, bahwa Rosululloh SAW bersabda :
“Kalau saja aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku suruh mereka bersiwak pada tiap kali sholat” HR Bukhari Muslim. Kemudian hadist lain,
“Aku suruh siwak hingga aku takut siwak difardukan atasku”. HR Ahmad.

a.) Kemudian duduklah untuk wudu menghadap kiblat di tempat yang lebih tinggi, supaya terhindar dari cipratan bekas air wudu. Setelah itu berniat untuk melakukan wudu dalam menghilangkan hadast atau niat diperpolehkan melakukan sholat.

b.) Mengucapkan BASMALLAH (bacaan bismillah), sebagaimana dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala (bismillah) ketika hendak berwudhu”.

c.) Sebelum dimasukkan ke bak, maka cucilah tiga kali tangan kita ini. Setelah itu ambilah seciduk air, basuh dengan tangan kanan ke mulut kita untuk berkumur sebanyak tiga kali. Usahakan agar air membasahi sampai ke panggal tenggorokan, kecuali kalau anda sedang melakukan puasa maka berkumur dengan perlahan-lahan saja. Seterusnya keluarkan air tersebut dari mulut.

d.) Lalu ambilah seciduk air, basuh dengan tangan kanan untuk mencuci hidung kita sebanyak tiga kali, keluarkan lendir yang ada dalam hidung kita dengan tangan kiri.

e.) Sekarang ambil air, cucilah wajah kita memanjang mulai dari bagian atas dahi sampai ujung dagu dan melebar dari telinga kanan ke telinga kiri. Sampai air ketempat bulu-bulu halus yang biasa dibersihkan oleh kaum wanita, yaitu bulu yang ada diantara pangkal telinga dan tepi dahi. Sampaikan pula air ke tempat tumbuhnya bulu, yaitu dua kening, dua kumis, bulu mata dan bulu yang ada di bawah telinga di pangkal rahang. Wajib pula menyampaikan air ke tempat tumbuhnya bulu-bulu janggut yang tipis, sedang janggut yang tebal tidak wajib, tetapi alangkah baiknya pula mencelahi air ke janggut yang tebal.

f.) Lalu cucilah tangan kanan kemudian tangan kiri berikut kedua sikut ditambah sedikit lengan, baik tangan kanan maupun tangan kiri.

g.) Sekarang usapkanlah air ke kepala sampai merata, caranya basahi tangan kita kemudian pertemukan kedua ujung jemari kanan dan kiri. Letakkan kedua telapak tangan kita itu di kepala bagian depan gerakkan menuju kuduk, lalu kembalikan ke depan lagi. Pekerjaan tersebut dianggap satu usapan, Ulangi hal tersebut sebanyak tiga kali usapan.

h.) Kemudian usapkanlah kedua telinga anda luar dan dalamnya dengan air yang baru. Masukkan telunjuk pada lubang telinga. Bagian luarnya diusap dengan ibu jari, lakukan hal tersebut sebanyak tiga kali.

i.) Terakhir cucilah kaki kanan kita, lalu yang kiri kita berikut mata kaki. Cara mencucinya adalah jari kaki kanan dicelahi dengan jari tangan kiri dimulai dari kelingking dan berakhir di kelingking kaki kiri. Dalam mencuci kaki hendaknya cuci pula sedikit dari betis, lakukan hal tersebut sebanyak tiga kali baik kaki kanan maupun kiri.

Setelah selesai wudu maka arahkan pandangan anda ke langit seraya mengangkat kedua tangan serta menghadap kiblat. Kemudian bacalah :
“Asy-hadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammad ‘abduhu wara-suuluhu, allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina, waj-‘alnii minal mutathahhiriina waj-‘alnii min ‘ibadikash shaalihiina”.

Pada waktu kita melakukan wudu jauhi tujuh perkara yaitu : (semua adalah makruh)
– Jangan mengibaskan tangan sehingga air menciprat.
– Jangan menghantamkan air ke wajah atau kepala.
– Jangan bicara ditengah kita berwudu.
– Jangan mencuci lebih dari tiga kali.
– Jangan banyak mencurahkan air karena was-was.
– Jangan berwudu di air yang dijemur.
– Jangan berwudu pada bak yang berkarat

Setelah kita melakukan wudu maka selanjutnya kita melaksanakan sholat sunnah malam. Namun andaikan kita dalam keadaan JINABAT maka sebaiknya kita melakukan mandi wajib terlebih dahulu. Mari kita bahas ke bab selanjutnya tentang ADAB MANDI JUNUB MENURUT AJARAN ISLAM di halaman lain dari blog ini.

KEMBALI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: