Adab Bangun Tidur Menurut Islam

Jika kita bangun tidur biasakanlah bangun sebelum fajar. Yang mula-mula berlalu di dalam hati dan lisan kita, hendaknya berdzikir dan perbanyak mengingat Aloh Ta’ala. Ketika kita terbangun dari tidur kita maka bacalah :
“Allhamdu Lillahilladzi Ahyaanaa ba’da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyurru”.
Artinya : (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya,dan kepada-NYA lah kami dikembalikan) HR. Al-Bukhari.

Ubadah Bin Al-Shamit r.a meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW Bersabda :
“Barang siapa bangun pada malam hari, lalu membaca : `laa ilaaha illallaahu wahdah, laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadir. Alhamdulillaah, subhaanallaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil’aliyyil-’adziim.`
Lalu membaca : `Allaahummaghfir lii` (ya Allah, ampunilah aku) atau berdoa apa saja, niscaya dikabulkan. Jika dia berwudhu dan shalat, niscaya shalatnya diterima” (HR. Al-Bukhari: [2/68], Al-Tirmidzi [3414], Ibn Majah [3878], Al-Darimi [2/291], Ahmad [5/313]).

Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Jika seseorang bangun dari tidur, hendaklah membaca do’a ini: “alhamdu lillaahil ladzii radda ‘alaa ruuhii wa ‘aafaanii fii jasadii wa adzina lii bi dzikrihi”. Artinya, (segala puji bagi Allah yang mengembalikan ruhku, melindungi jasadku, dan mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya). HR. Ibn Al-Sunni.

Apabila Kita Disaat Tidur Merasa Kaget, Merasa Gelisah Atau Merasa Ketakutan
Maka, dianjurkan berdo’a dengan do’a berikut ini:
”A’uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarru ‘ibaadihi, wamin hamazaatisy syasaathiini wa an yahdhuruuna”.
Artinya, (“Aku berlindung dengan kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya,kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehasiran mereka kepadaku”.) HR. Abu Dawud.

Apabila Kita Disaat Tidur Terbangun Karena Bermimpi Buruk
Maka hendaknya kita meludah kesebelah kiri kita sebanyak tiga kali, lalu merubah posisi tidur kita dari kiri kekanan atau sebaliknya. Dan hendaknya kita tidak menceritakan mimpi buruk kita tersebut kepada orang lain, serta tidak memikirkannya namun hendaknya kita berdoa dan bertawakkal kepada Allah, sesungguhnya mimpi buruknya tersebut tidak akan membahayakan kita. Adapun jika mimpinya baik maka bolehlah kita menceritakannya kepada orang lain.

Apabila Kita Menguap Karena Mengantuk Atau Masih Mengantuk
Maka hendaknya kita menahanya sekuat tenaga karena jika kita sampai mengucapkan “HA”, maka setan akan menertawainya, berdasarkan hadits dari Abu Hurairah riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam muslim. Atau hendaknya kita menutup mulut kita dengan tangan karena setan akan masuk, berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al-Khurdiy riwayat Imam Muslim, Imam Abu dawud dan Imam Ahmad.

Nah, setelah kita terbangun dari tidur kita maka kebiasaan umum kita adalah menuju kamar mandi atau toilet. Yaitu membuang hajat seperti buang air kecil atau buang air besar, atau mungkin berwudhu sebelum melakukan sholat malam sebelum tiba waktu subuh.
Selanjutnya kita bahas tentang ADAB MASUK KAMAR MANDI ATAU TOILET UNTUK MEMBUANG HAJAT di halaman lain dari blog ini.
KEMBALI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: