Ketika Aku Harus Kehilangan Mu

“ Hubungan kita cukup disini…” kata-kata yg terlontar dari mulutmu tanpa berpikir tentang lawan bicara yg ada didepanmu. Begitu enteng kamu melepas kata-kata seperti itu, tanpa berpikir tentang beban hati yg mungkin nantinya aku tanggung. Masih terngiang berulang kali di telingaku.. berulang-ulang menimpaku menyesak di ulu jantung, seakan mencengkram dan menekan pelan-pelan untuk membunuhku. Entahlah.. aku hanya mampu diam seribu kata, tanpa bertanya menunduk dalam diamku. Serasa mulutku kelu terkunci diantara rasa percaya dan tidak percaya, terasa ada sesuatu hal yg hilang dari sebagian hidupku…..

Andri, mungkinkah engkau setega ini melepas kalimat itu? Untuk apa engkau katakan ucapan-ucapan seperti itu.. Sekeji itukah engkau mencampakkan aku..??? Lalu bagaimana tentang perkataan yg telah lalu, perkataan di saat awal pertemuan kita dahulu. Lupakah engkau tentang semua permintaan-permintaan kamu 5 tahun yg lalu, lupakah kamu…

Masih dalam diamku menelusuri tentang kesalahan ini, kesalahan yg sekiranya tidak akan pernah aku perbuat ataupun kesalahan yg sebenarnya tidak pernah aku akui. Tentu saja tidak akan pernah aku akui.. karena selama ini aku merasa sedikitpun tidak pernah berbuat kesalahan itu. Tapi mengapa kamu setega itu??? Jawab Ndri..

Andri, lalu bagaimana dengan esok hari.. ketika aku terbangun dalam tidurku, ketika aku hanya mampu termangu menyesali kalimat yg terlontar dari mulutmu. Semalam mungkin aku terlupa karena kelelahan untuk membuang kejenuhan itu.. membuang rasa kehilangan, kekecewaan, rasa sakit.. dendam, bahkan yang pasti rasa sayang yg masih tertinggal ini Ndri..

Mungkinkah di pagi seperti ini, aku harus senantiasa meniadakan kamu dalam setiap awal hidupku.. tidak Ndri.. sekali lagi tidak. Aku tidak akan mampu berbuat itu untuk kamu, melupakan dan berpaling dari kamu. Jujur Ndri, sekeji apapun kamu berbuat ini semua.. dalam bathinku kamu masih tetaplah ada, masih tersimpan rasa sayang untukmu meski semua itu tidak akan mungkin lagi terjadi.

Andri, aku tidak akan pernah menyesali ini semua.. tidak akan. Kebahagian disaat kita bersama dan kepedihan disaat aku harus kehilanganmu, semua tetaplah sama..

Dan disaat inipun, lima tahun yg lalu.. kamu tetaplah kekasihku meski hanya di dalam bathin dan bayang lamunanku. Disana aku masih sering bertemu denganmu Ndri.. menemani hari-hariku dalam sukaku maupun dukaku. Kiranya hanya doa tulusku untuk kebahagian kalian berdua,.. selalu untuk kalian, semoga langgeng ya..

Aku sadar Ndri.. cinta memang tidak harus memiliki, andaikan kita berjodohpun kita masih tetap akan bersama, akan tetapi tuhan telah menuliskan cerita lain tentang hidup kita. Yahh.. hanya satu hal yg pengin aku sampaikan kepadamu Ndri.., jangan engkau lupakan aku ya…?!!

Engkaulah seseorang yg mampu mengajari aku tentang makna mencintai dan dicintai, dan yg paling penting.. engkaulah seseorang yg telah melengkapi semua cerita ini, dengan menyentuh rasa sakitku saat kebahagian itu akan aku gapai. Ndri.., Hanya Satu Nama Di Hati.. yaitu kamu..

Magelang, 3 Maret 2006
KEMBALI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: