Lucyfer Adalah Tuhan Dibalik Masyarakat Sekuler

Oleh : Henry Makow PhD

Seorang sejarawan yang berusia 37 tahun, bernama David Livingstone tinggal di Montreal, Kanada, menulis sebuah buku yang mengejutkan bahwa dengan memasukan peradaban sekuler modern ke dalam masyarakat mengotori kebenaran.

Di Dalam buku berjudul The Dying God, The Hidden History of Western Civilization, Livingstone menunjukkan bahwa kultur sekuler modern itu sebenarnya merupakan sebuah produk dari tradisi penyemnah Setan yang dapat ditelusuri kembali yang sampai jauh ke masa Babilonia kuno melalui jalur Freemason, Rosicrucian, Templar, Plato dan para pengikut Cabal (persekongkolan politik rahasia).

Pada dasarnya tradisi ini mengadopsi Lucifer atau Setan sebagai simbol pemberontakan umat manusia melawan terhadap Tuhan, dan sebagai akibat pemberontakan itu, kemudian mereka mengabadikan alasan-alasan manusia akan selera dan keinginannya yang dijadikan sebagai patokan penting nilai kebaikan dan kebenaran.
Nilai-nilai Lucifer itu biasanya digambarkan atau didefinisikan dengan istilah kebebasan dalam menghancurkan moral dan ketentraman masyarakat. Kebebasan berarti pengusiran bukan pengangkatan dan memberikan kekuatan.

Tujuan okult yang sebenarnya adalah memberikan kekuatan kepada elit penguasa. Livingstone, yang sebenarnya tidak “religius” menjelaskan:

“Prinsip dasar agama-agama adalah melakukan suatu tindakan kepada orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan …. sebuah prinsip keadilan, (sebaliknya) faham okult … terjerat oleh kesombongannya untuk mencari suatu jenis pengetahuan yang menjadikan mereka terlepas dari orang lain, kemudian memeliharanya untuk menjaga elit (222)

Livingstone menunjukkan bagaimana dogma okult ini dengan diam-diam diadopsi oleh para elit kunci sepanjang perjalanan sejarah dan mereka inilah yang berada di balik berdirinya kerajaan Inggris (1649), Amerika Serikat (1776), Revolusi Perancis (1789) dan Revolusi Rusia (1917), tiga diantaranya melibatkan pembunuhan raja .

Lucifer adalah “pembawa cahaya- bringer of light .” Okult ini diilhami dengan apa yang disebut pencerahan – Enlightenment, yang menggambarkan kebudayaan modern. Francis Bacon adalah seorang anggota Rosicrucian, Diderot, Rousseau, Voltaire, dan Newton semuanya anggota Freemasons. Lima puluh enam penandatangan Decleration of Independence – Pernyataan Kemerdekaan Amerika Serikat dan kebanyakan Presiden Amerika Serikat adalah anggota Masons. Juga Stalin, Roosevelt dan Churchill. Rencana kota Washington dirancang oleh seorang Mason berbentuk sebuah pentagram atau bintang berujung lima, simbol Lucifer.

Revolusi ilmiah juga berakar di dalam okult sebagai magic atau sihir, yaitu memanipulasi nature – sifat dasar.

Makna penting dari buku Livingstone jelas yang didokumentasikan dengan sangat baik. Sebuah segmen dominan dari para pemimpin elit adalah mereka dengan diam-diam menjadi budaknya Lucifer; pengaruh mereka yang busuk dan jahat adalah jelas ada dimana-mana.

Faham Sekuler adalah sebuah agama sebagaimana agama Kristen. “Pemisahan gereja dengan negara” adalah suatu tipu-daya untuk mengabadikan Lucifer sebagai tuhan dalam dunia modern. Tujuan sekulerisme Masonik adalah untuk menghancurkan agama-agama asli seperti Kristen dan Islam.

Orang-orang sekuler dapat bermoral ketika mereka mengikuti suara hati kesadaran mereka, yaitu berupa petunjuk Tuhan. Tetapi mereka lebih mungkin mengikuti yang tersesat, jika mereka tidak percaya bahwa yang baik merupakan bagian dari suatu tatanan moral yang nyata.

Ketika suatu alasan dipisahkan dari sebuah moralitas kebenaran yang absolut dari Tuhan, maka alasan dapat digunakan untuk membenarkan apapun, termasuk aniaya dan kekejaman. Sasaran Tatanan Dunia Baru adalah mengalihkan umat manusia dari Rencana Tuhan dan memperbudak kita di bawah kekuasaan elit pengikut Setan yang jahat.

Bacalah apa yang ditulis oleh Svali, seorang pembelot Illuminati, mengenai sebuah kelompok super-kaya pengikut Lucifer yang merencanakan sebuah negara polisi dunia:

Illuminati adalah sebuah kelompok yang mempunyai kepercayaan terhadap “pencerahan-enlightement”. Yaitu faham Luciferian, mereka mengajarkan kepada para pengikutnya bahwa akar ajarannya berasal dari agama-agama misteri zaman kuno semasa Babilonia, Mesir, dan Celtic druidisme. Mereka mengambil apa yang “terbaik” menurut anggapannya dari praktek-praktek yang mendasar setiap ajaran, kemudian menggabungkan semuanya kedalam sebuah disiplin okult yang betul-betul kuat. Banyak kelompok pemujaan ditingkat lokal memuja dewa-dewa masa lampau seperti ” El”, “Baal”, dan “Ashtarte”, seperti juga “Isis dan Osiris” dan “Set “…. Saya (Svali) sungguh mengetahui bahwa mereka ini mengajarkan dan mempraktekkan ajaran Setan yang jahat.”

Para sejarawan dibayar untuk menutupi kebenaran ini. Dalam buku karya David Livingstone ‘the Dying God’ kejahatan sejarawan ini dibongkar. Di dalam sebuah dunia yang adil, sepatutnyalah sejarawan yang cemerlang seperti David Livingstone ini akan mendapatkan penghargaan. Namun sebagai ganti penghargaan, ia hidup dari membuat mebel.

BAGAIMANA LUCIFER DIPUJA

Berjuta-juta orang-orang tidak menyatakan hormat kepada Lucifer pada sembahyang mingguan. Para pendeta dengan gaun merahnya tidak berkhotbah mengenai ajaran Setan dari atas mimbarnya. Lucifer tidak menyatakan dirinya secara terbuka. Iblis menyatakan perang terhadap ruhani atau jiwa umat manusia secara rahasia.

Para pelayan Lucifer duduk di kantor-kantor besar, mengendarai mobil limosin dan tampil di acara TV. Mereka adalah para pemimpin politik dan budayawan kita, kebanyakan dari mereka korban penipuan ambisius.

Khotbah-khotbah Lucifer kita temukan banyak di dalam video musik, video games, televisi dan film Amerika.

Sampai seberapa jauhkah orang-orang Amerika akan mentolelir pengajaran faham Setan?

Komplotan konspirasi Setan ini hanya berhasil karena orang-orang tidak mempercayai sesuatu yang sangat besar sekali dan besar benar-benar ada.

KONKLUSI

Usaha manusia adalah sebuah pertanyaan sederhana, apakah kita ingin mengikuti jalan Tuhan, atau Lucifer? Jika kita ingin selamat dunia dan khirat, ya melaksanakan sesuai ajaran agama yang benar. Jika tidak, artinya memilih menjadi pengikut Lucifer, Anda dapat membayangkan apa akibatnya.

Dunia ini menjadi ajang ujian ruhani kita. Orang-orang yang mendorong diproduksinya film-film dengan thema kekerasan, kekejaman dan seks tidak beroperasi secara random atau acak “apapun yang dijualnya” adalah mendasar. Mereka mempunyai lambang Masonic di dalam logonya. Pemain-pemain utama mengikuti naskah okult yang telah dirancang untuk memperbudak umat manusia, ruhani dan raganya. Mereka membangun sebuah penjara dahsyat berdasarkan pada mental jahat mereka sendiri. Ini adalah Tatanan Dunia Baru; kita adalah narapidana-narapidananya.

Adakah pertanyaan mengapa David Livingstone memberi judul bukunya The Dying God ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: