Sejarah Zionisme (7)

TRAGEDI PALESTINA

Berdirinya sebuah negara Yahudi adalah ibarat cerita fiktif. Obsesi mengumpulkan gelandangan kerdil dan pengecut semula merupakan dongeng belaka. Theodor Hertzel melontarkan ide realisasi impian bangsanya tersebut.

Tahun 1896, bukunya -Jewish Back to Israel Movement- dicetak dalam lima bahasa. Buku ini memuat rancang bangun modernitas tentang Zionisme yang bertujuan membangun sebuah negara yang dikhususkan untuk orang-orang Yahudi.

Beikutnya tahun 1897 Ia memimpin konferensi Yahudi sedunia di Swiss, sekaligus memimpin gerakan zionisme modern. Pasca konferensi Basle ini Zionisme internasional mendukung kependudukan bangsa Yahudi di Palestina. Dan pada tahun yang sama persatuan Yahudi Amerika berdiri.

Tahun 1901 Prof. Hertzel membujuk penguasa Turki Usmani untuk menyerahkan Palestina. Memberi tanah untuk bangsa Yahudi. Khilafah Usmaniyah menolaknya mentah-mentah.

Tahun 1903, Konferensi Yahudi VI sepakat dengan alternatif pendudukan di Afrika Timur.

Tahun 1904, Konferensi Yahudi VII menolak alternatif yang diberikan karena wilayahnya sangat tidak strategis menurut mereka.

Tahun 1909, Konferensi Yahudi IX menetapkan pengadaan kerjasama pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina. Pada tahun yang sama organisasi militer Yahudi didirikan untuk menjaga daerah pemukiman.

Tahun 1917, Menlu Inggris, Arthur Balfour mengeluarkan statement terkenal. Bangsa Yahudi punya hak atas Palestina. Belakangan janji ini dikenal dengan Perjanjian Balfour.

Tahun 1918, Jerman dan Itali setuju dengan gagasan dan perjanjian Balfour. Presiden Amerika pun, Word Wilson mengirim surat ke rahib Yahudi menyetujui perjanjian Balfour.

Tahun 1919, bangsa Arab (Konferensi Palestina I) menolak perjanjian Balfour.

Tahun 1920, Inggris memproklamirkan penguasaan penuh terhadap Palestina, penyerangan Yahudi semakin meningkat. Inggris berada dibelakangnya.

Tahun 1921, Bangsa Yahudi mulai hijrah ke Palestina dan jumlahnya semakin meningkat. Diiringi perlawanan dari rakyat Palestina.

Dengan data singkat diatas kita mengetahui. Mengapa Palestina menjadi incaran. Selain nilai strategis, sejarah dan sekaligus berada di bawah koloni Inggris. Mereka pun merekayasa mitos Haikal Sulaiman di Masjid Al Aqsha.

Inggris dan Yahudi memiliki kaitan yang sangat kuat. Inggris tak lepas dari cengkraman pengaruh zionis. Demikian juga Amerika Serikat.

Tahun 1925 Universitas Ibrani di Al Quds didirikan, Balfour pun ikut hadir saat itu.

Tahun 1933, Konferensi Yahudi XVIII membahas pemindahan Yahudi ke Eropa. Mereka mulai merasakan ancaman kekuatan baru yang muncul selain kekuatan merah. Fasisme dan Nazi. Mitos berikutnya yang berkembang. Yahudi Jerman dihabisi oleh Nazi. Maka perlu diberi tempat berlindung. Ini sekedar teori untuk memudahkan lobi mereka mendapat dukungan ke Palestina.

Tahun 1935, Izzuddin al Qassam syahid dalam perang Qastel melawan imperialisme Inggris.

Tahun 1942, Konferensi Yahudi Amerika menghasilkan program Baltimour. Berisi ajakan membuka Palestina bagi pendatang Yahudi dan melepaskan campur tangan Inggris serta ajakan mendukung berdirinya negara Israel di Palestina. Janji Balfour (1917) baru berupa tawaran otoritas wilayah, bukan negara. Hotel Baltimour, New York menjadi saksi ambisi mereka mendirikan sebuah negara Yahudi. Amerika menjadi tumpuan utama. Sedang secara politik mereka bersembunyi dibalik Inggris.

Tahun 1945, Presiden Amerika, Henry Thurtman mendukung kependudukan Yahudi di Palestina

Tahun 1947, PBB memutuskan pembagian tanah Palestina dan menghentikan koloni Inggris atas Palestina. Pada tahun yang sama Lobi Yahudi berhasil menembus PBB sebagai pembukaan pra proklamasi negara Yahudi.

Tahun 1948, PBB basa-basi, mengeluarkan ketetapan no.194 berisi kembalinya pengungsi Palestina ke negaranya.

Pada tahun yang sama Negara yahudi diproklamirkan. Negara Israel dengan 78% atas tanah Palestina. Soviet segera mengakuinya. Tepatnya tanggal 14 Mei 1948. Dideklarasikan oleh David Ben Ghorion (1886-1973). Dan 11 menit setelah proklamasi Presiden Amerika Thurtman mengakui negara Israel.

Keberhasilan Yahudi ini tak terlepas dari kelihaian mereka mendompleng kolonialisme Inggris atas Palestina juga konspirasi mereka mendukung oposan Khilafah Usmaniyah. Mereka menganggap selama Usmaniyah masih berdiri Palestina hanya menjadi negeri impian. Mereka kemudian bersekongkol dengan kaum ittihadiyyun dan taraqqi (kita ingat tokoh Yahudi Turki yang berlabel muslim moderat, Kamal Ataturk). Kemudian ikut meledakkan revolusi Arab. Negara-negara Arab diprovokasi untuk melepaskan diri dari khilafah Usmaniyah. Motto Turki adalah penjajah bangsa Arab dikembangkan. Nampaknya propaganda ini berhasil. Bangsa Arab satu-demi-satu melepaskan diri dari Khilafah “The Sick Man“. Yahudi bertepuk tangan.

Tahun 1949, Israel diterima sebagai anggota PBB.

Tahun 1954, Aksi Istisyhad mulai dan diberangkatkan secara sembunyi-sembunyi dari Mesir.

Tahun 1958, Gerakan Pembebasan Al Fath berdiri

Tahun 1964, PLO berdiri atas keputusan KTT Liga Arab

Tahun 1967, Perang Arab Israel I. Israel tetap bersikeras mempertahankan daerahnya sejak saat itu. Bangsa Arab pun tetap teguh mempertahankan haknya. (terutama rakyat Palestina yang paling tertindas, juga Yordania, Libanon, Syiria dan Mesir)

Tahun 1973, Benteng Berliev dihancurkan tentara Mesir. Bersamaan dengan Itu kekuatan Syiria juga Libanon juga mengempur Israel. Pil pahit kekalahan ditelan Israel.

Tahun 1978, Perjanjian Camp David ‘i, Israel dan Presiden Mesir Anwar Sadat. Berikutnya Mesir dikucilkan dari Liga Arab, Markaz Liga Arab pindah dari Kairo. Bahkan Presiden Anwar Sadatpun dihadiahi beberapa peluru yang menembus dada dan keningnya pada saat parade Militer di kawasan Nasr City, Kairo Timur.

Tahun 1987, Lahirnya Intifadhah. Perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel besar-besaran untuk pertama kalinya.

Tahun 1988, HAMAS berdiri da Syeikh Ahmad Yasin didapuk sebagai pemimpin spiritual.

Tahun 1991, Yahudi berbondong-bondong, hijrah besar-besaran ke Israel (Palestina)

Tahun 1993, Penandatanganan Oslo (Israel-Palestina)

Tahun 1994, Tragedi pembantaian Yahudi terhadap umat Islam di Masjid Ibrahimy

Tahun 1995, Perjanjian Oslo II tentang perincian pelaksanaan otonomi Palestina. Aktivis HAMAS, Al Jihad banyak ditangkap sehubungan dengan berbagai aktivitas bom syahid yang saat itu masih kontroversi.

PM Israel Yitzaq Rabin terbunuh ditangan seorang Yahudi Ekstrim. Simon Peres naik menjadi PM menggantikannya.

Tahun 1996, Netanyahu naik jadi PM Israel. Israel-Turki sepakat bekerjasama di bidang perdagangan dan militer.

Pada Tahun yang sama Putra Batalyon Al Qassam, Yahya Ayyasy syahid. Tepatnya pada tanggal 5 Januari 1996.

Tahun 1998, Target Yahudi Internasional, Zionisme Timur Besar untuk mendirikan Imperium Israel Raya. Namun rencana ini belum berhasil. 100 tahun dari 1898 adalah target menjadikan Palestina (saat itu mereka tidak menyebut Israel) menjadi negara bagi Yahudi yang bersih dari etnis manapun terutama bangsa Arab.

Di tahun ini, terjadi penandatangan perjanjian Way River yang sangat merugikan Palestina.

Tahun 1999, Netanyahu turun tahta. Ehud Barak naik jadi PM. Barak pura-pura tak tahu perjanjian Way River dan memperluas pemukiman Yahudi. Ia merekomendasi 1145 unit perumahan baru untuk 180 ribu Yahudi.

Tahun 2000, Si jagal Shabra Syatila Ariel Sharon “berkunjung” ke Masjidil Aqsha. Mengotori kesucian umat Islam. Sekaligus menjadi pemicu meletusnya Intifadhah II.

Tahun ini juga menjadi saksi kekejaman Israel. Syahidnya si kecil Muhammad Jamal Durrah dipangkuan ayahnya. Dihujani peluru pasukan Israel.

Tahun 2001, Ketika dunia geger dengan peristiwa WTC, Israel berpesta membantai rakyat Palestina. Ariel Sharon terdesak dengan tuntutan ekstrim keras Yahudi yang mendesak realisasi Imperium Raya, Israel.

Tahun 2002, meningkatnya aksi militer Israel di wilayah-wilayah Palestina.

Dengan mengenal sejarah zionisme dari zaman dulu hingga kini, kita bisa mengetahui bahwa tokoh-tokoh penting dunia berhasil mereka peralat untuk memuaskan ambisi mereka. Bahkan untuk sekarang ini mereka cenderung mendukung pemimpin negara-negara Arab yang di negara mereka masing-masing di kenal diktator. Mereka angkat sebagai pahlawan. Tentu saja rakyat bangsa Arab jengkel. Tapi, kenyataan menuturkan demikian. Akan tetapi kelihaian dan kelicikan mereka tetaplah ada batasnya. //”Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allahlah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. 3:54)//. Bukan seperti mitos “sundul langit” yang sering kita dengar. Buktinya mereka ketakutan dengan aksi bom syahid dan batu-batu beterbangan dari putra-putra Palestina. Padahal mereka bersenjata lengkap dengan peralatan yang serba canggih.

Kapankah saudara kita di Palestina merasakan kemerdekaan bangsanya dari kelicikan Yahudi. Kapankah Masjidil Aqsha akan terbebas dari kotornya kaki-kaki Yahudi.

Kemenangan itu dekat, jika kita meyakininya demikian. Malam semakin kelam. Penindasan dan penderitaan saudara kita di Palestina semakin parah. Dan… fajar pun akan segera terbit. Menyambut senyum kemenangan. (TAMAT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: