Sejarah Zionisme (6)

PERANG DUNIA II

Inggris bersikeras untuk mempertahankan diri. Semantara Jerman dengan komando Hitler semakin beringas. Hanya saja Hitler masih tetap mempertahankan kerajaan Inggris, ia hanya ingin menundukkannya dibawah superioritas Nazi/Fasis Jerman, propagandanya ini diabadikan dalam bukunya Meim Kampf.

Awal tahun 1940, kekuatan bersenjata Jerman benar-benar merengsek Inggris. Hasilnya Inggris terdesak habis oleh obsesi dan ambisi Hitler. Namun sebenarnya Hitler masih bisa diajak untuk sedikit `bersabar` dengan perjanjian. Karena obsesinya untuk menundukkan kerajaan dan menjaga keutuhannya dituruti. Namun, The illuminati tidaklah menghendaki peperangan berubah menjadi sebuah “damai”. Mereka ingin mengubahnya menjadi perang hancur-hancuran.

Ketika Winston Leonard Spencer Charcel naik menjadi PM (aristokrat pro Yahudi Mantan Menhan 1911 dan MenWil Jajahan Inggris 1920), ia menginstruksikan untuk menyerang. Maka diserbulah kota-kota Jerman dengan bom udara. Demikian juga Perancis pun bergabung. Dengan alasan sederhana, karena Jerman menduduki Polandia. Bisa kebayang, kan? Hitler marah besar.

Lalu Stalin. Ke manakah dia?

Murid Lenin ini terkenal cerdas. Tiba-tiba terkesan bingung. Benarkah ia berada dalam barisan The Illuminati. Atau sekedar diperalat oleh mereka. Maka detik berikutnya ia mengetes keikhlasan mereka.

Stalin berniat bergabung dengan Jerman. Ia mencium bau pengkhianatan. Charcel, ternyata seorang boneka zionis “the Illuminati“. Alasan ia menggempur Jerman hanya beberapa titik militer saja karena sebuah perintah atasan. Untuk memenuhi keinginan konspirasi “The Illuminati” yang sedang diuji keikhlasannya oleh Stalin.

“Stalin,.. lihatlah. Kami masih bersama Anda. Jerman, terutama Jerman Timur masih tetap kami biarkan”.

Di pihak lain, para pemimpin teras Nazi tanpa sepengetahuan Hitler, ternyata bersekongkol untuk menghabisinya. Karena ia terlalu ambisius dan lamban dalam mengeksekusi Stalin dan Komunis. Ini juga merupakan siasat provokasi calo the Illmuninati. Untuk menarik simpati Stalin. Maka keputusannya bisa dilihat tawaran para pemimpin Nazi itu ditolak oleh pihak Inggris.

Nazi, memutuskan untuk menggulung Stalin, baru kemudian membumihanguskan Inggris dan Amerika dengan kerjasama Jepang dan Itali.

Tahun 1941 Jerman menyerang Rusia. Stalin pun kembali didukung oleh Inggris untuk menangkal bahaya Fasisme Hitler dan Musolini. Simpati Stalin semakin kuat. Demikian kira-kira The Illuminati menyangkanya.

Namun, Stalin semakin manjadi-jadi. Ia meminta fasilitas yang berlebihan. Tentunya dengan uang yang ia tahu kunci konspirasi mereka di sana. Stalin menjadi penonton sekaligus sutradara berbagai kerusuhan, sementara ia bersembunyi di Teheran.

Charcel, juga Rosevelt berhasil merangkul kembali Stalin. Mereka mengajak Stalin untuk menggempur habis Jerman, dengan janji keuntungan yang melimpah usai perang.

Adapun Stalin tetaplah seorang culas. The Illuminati kecolongan. Stalin tidak mau diatur. Ia bergerak dengan politik dan kemauannya sendiri. Karena Rusia (Uni Soviet) saat itu merasa kuat.

Inggris dan Perancis kuwalahan. Menunggu kebijakan baru dari Amerika Serikat. Sementara itu Jepang pun tak kalah ganasnya. Hanya saja momen Fasis ala Jepang ini kemudian dijadikan para pemegang kebijakan dan keputusan di AS. Peristiwa Pearl Harbour sebenarnya hanya sebuah peristiwa kecil. Kemudian dijadikan legalitas untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menelan korban kemanusiaan yang maha dahsyat. Mengapa kedua kota ini? Nagasaki pun sebenarnya merupakan “kesalahan prediksi” informasi intelijen yang salah memprediksi.

Kok, tidak di Jerman yang saat itu lebih membahayakan?

Ini hanya sebuah siasat. Salah satu aset Roth Schild ada di sana. Juga terlalu spekulatif bila menjatuhkan bom di dekat pusat konspirasi mereka. Sedang Jepang tak ada sangkut pautnya dengan mereka.

Di samping itu untuk menakut-nakuti Stalin. “Kembalilah ke jalan semula, Stalin. Jika Anda tak melakukannya, nasib Anda seperti Jepang!” Namun gertak sambal ini dilecehkan Stalin.

Stalin tetap saja dengan politik ekspansi militernya dengan semangat “merahnya”. Benar-benar anak The Illuminati yang salah asuhan. Apalagi bergaining Stalin dengan Tito (Yugoslavia) cukup kuat. Meskipun Tito akhirnya “cerai” dengan Stalin pasca Perang Dunia II, karena Tito masih loyal dengan The Illuminati.

Stalin bandel, meski ia sebenarnya minder dengan gertakan AS. Soviet belum mampu mengoptimalkan nuklirnya.

Stalin tutup usia sebagaimana seorang perampok biasa. Hitler pun hilang dengan legenda pembantaian jutaan Yahudi dan Komunis, yang hanya merupakan obsesinya saja.

Perang dunia berakhir dengan kecongkakan Amerika, Inggris dan Perancis. Tiga negara yang tak bisa melepaskan diri dari konspirasi The Illuminati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: